Mengapa Siswa SMK Perlu Magang/PKL?

PKL adalah kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembelajaran yang dilaksanakan didunia usaha atau dunia industri yang relevan dengan dengan kompetensi (kemampuan) siswa sesuai bidangnya.

Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan prosedur tertentu, bagi siswa yang bertujuan untuk magang di suatu tempat kerja, baik dunia usaha maupun di dunia industri setidaknya sudah memiliki kemampuan dasar sesuai bidang yang digelutinya.

Dan juga sudah mendapatkan bekal dari pembimbing di sekolah untuk memiliki ilmu-ilmu dasar yang akan diterapkan dalam dunia usaha atau dunia Industri.

Alasan utama mengapa para siswa-siswi harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dasar sesuai bidangnya, agar dalam pelaksanaan PKL nanti tidak mengalami kendala yang berarti dalam penerapan ilmu pengetahuan dasar.

Kemungkinan besar dalam proses praktek kerja industri mendapatkan ilmu-ilmu baru yang tidak diajarkan di Lembaga Kejuruan terkait.

Praktek kerja lapngan atau yang disingkat dengan PKL merupakan kegiatan yang diupayakan dari sekolah yang melibatkan siswa siswi khususnya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan dilaksanakan di dunia industri untuk tujuan pendidikan.

Dalam prakteknya, siswa siswi yang terlibat dalam kegiatan PKL tentu akan mendapatkan bekal terlebih dahulu dari pembimbingnya di sekolah.

Pembekalan dari pembimbing biasanya berupa pengetahuan dasar seputar dunia usaha atau industri yang akan digeluti siswa siswi SMK yang sesuai dengan jurusannya. Berikut tujuan dilakukan kegiatan PKL:

  1. Tujuan PKL bagi siswa yang pertama adalah diharapkan dapat mengimplementasikan materi yang selama ini didapatkan di sekolah sehingga dapat diterapkan dengan baik.
  2. Tujuan PKL bagi siswa yang kedua adalah dapat membentuk pola pikir yang konstruktif pola pikir bagi siswa-siswi PKL. Sehingga dapat melihat peluang di masa depan.
  3. Tujuan PKL bagi siswa yang ketiga adalah Bisa melatih siswa untuk berkomunikasi atau berinteraksi secara profesional di dunia kerja yang sebenarnya. Sehingga tidak merasa takut atau canggung lagi berkomunikasi secara profssional.
  4. Tujuan PKL bagi siswa yang keempat adalah dapat membentuk etos kerja yang baik bagi siswa-siswi PKL. Sehingga kedepannya siswa dapat menjadi sosok lulusan dan berkualitas.
  5. Tujuan PKL bagi siswa yang kelima adalah bisa menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan dasar yang dimiliki oleh siswa-siswi PKL sesuai bidang masing-masing;
  6. Tujuan PKL bagi siswa yang keenam adalah dapat menambah jenis keterampilan yang dimiliki oleh siswa agar dapat dikembangkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Tujuan PKL bagi siswa yang ketujuh adalah bisa menjalin kerjasama yang baik antara sekolah dengan dunia industri maupun dunia usaha.

Setiap lembaga, dunia industri maupun dunia usaha tentu saja memiliki prosedur yang berbeda-beda tergantung dari kondisi masing-masing dunia industri maupun dunia usaha terkait. Ada beberapa kewajiban siswa di tempat PKL adalah:

  1. Melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang telah disepakati.
  2. Mematuhi setiap instruksi ditempat kerja.
  3. Melaksanakan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
  4. Menjaga nama baik lembaga pendidikan (Almamater), dunia usaha dan dunia industri.
  5. Melakukan observasi dan penelitian yang mempunyai tujuan positif.
  6. Bertanya kepada pihak yang berkompten apabila kurang paham/ dimengerti.

Setelah ditinjau dari tujuan PKL dan kewajiban siswa seperti yang telah dibuat daftarnya diatas. PKL ini memiliki 10 manfaat besar bagi siswa itu sendiri, di antaranya:

  1. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian profesional, dengan keterampilan, pengetahuan, serta etos kerja yang sesuai dengan tuntutan zaman.
  2. Mengasah keterampilan yang di berikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
  3. Menambah keterampilan, pengetahuan, gagasan-gagasan seputar dunia usaha serta industri yang professional dan handal.
  4. Membentuk pola pikir siswa -siswi agar terkonstruktif baik serta memberikan pengalaman dalam dunia Industri maupun dunia kerja.
  5. Menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait, baik dalam dunia usaha maupun dunia Industri.
  6. Mengenalkan siswa-siswi pada pekerjaan lapangan di dunia industri dan usaha sehingga pada saatnya mereka terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat.
  7. Meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam mendidik dan melatih tenaga kerja yang berkualitas.
  8. Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan bahwa pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
  9. Mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan di era teknologi informasi dan komunikasi terkini.
  10. Memberikan keuntungan pada pihak sekolah dan siswa-siswi itu sendiri, karena keahlian yang tidak diajarkan di sekolah didapat didunia usaha/industri.

Author: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *